Archive for the ‘superindo’ Tag

Sistem kartu kredit ABN-AMRO

Kejadian bermula ketika saya ditawari setengah memaksa pada tanggal 20 Januari 2008 di Superindo Arteri Kedoys, Jakarta barat, untuk membuat kartu kredit ABN-AMBRO dengan cara setruk pembayaran diamnil dan di fotokopi oleh sales ABN-AMBRO. Dijanjikan akan diberikan kartu platinum dengan bebas iuran seumur hidup.

Kurang dari seminggu datang kartu, tetapi kartu jenis gold. Saya menelepon ABN-AMBRO dan menyatakan tidak mau karena kartu gold tidak bebas iuran sehingga kartu tidak saya aktifkan. Kemudian saya di telepon ABN-AMBRO sekitar empat kali pada hari yang berbeda-beda yang menanyakan, apakah kartu sudah di terima dan meminta agar mengaktifkan. Namun, saya jelaskan tidak mau karena kartu gold.

Tanggal 23 Februari 2008 saya di telepon oleh ABN-AMBRO yang mengatakan, pada hari itu akan datang kurir yang akan mengambil kartu gold lengkap dengan amplopnya untuk di proses menjadi kartu jenis platinum. Kurir datang dan kartu diambil.

Pada 27 Februari 2008 ada telepon dari ABN-AMBRO yang mengatakan, kartu kredit gold atas nama saya dipakai untuk belanja dan penarikan tunai. Saya jelaskan tidak dipakai dan kartu sudah dikembalikan untuk di proses menjadi kartu platinum. Tiba-tiba tanggal 8 Maret 2008 datang tagihan ke rumah saya sebesar Rp. 15.203.565 atas nama pemakaian kartu kredit ABN-AMBRO.

Kemudian saya menelepon ke Phone Banking ABN-AMBRO untuk megajukan komplain, tetapi malah menyalahkan saya dan tidak memberikan penyelesaian ap-apa. Pada tanggal 13 Maret 2008 saya telepon Phone Banking lagi untuk menanyakan hasil investigasi, dan dijelaskan sudah ditutup dengan hasil saya yang harus membayar tagihan tersebut.

Saya sangat keberatan dengan cara kerja ABN-AMBRO yang seenaknya menututp kasus dan menyalahkan saya. Seharusnya ABN-AMBRO menyelidiki pihak internalnya sendiri dan mengumpulkan bukti-bukti.

Lim Siau Hun
Jalan Surya Wahana I
RT 007 RW 002, kebon Jeruk
Jakarta Barat

Di post di Redaksi Yth KompasĀ