Archive for the ‘seputar indonesia’ Tag
Keluhan Esia
Selama ini, Bakrie Tel sangat mengecewakan saya, sudah 8 bulan saya menunggu jawaban atas keluhan kartu Esia saya, yang pulsanya menjadi nol dari saldo pulsa sebelumnya Rp. 68.545. Pada pertengahan Juli-Oktober 2007, saya telah mendatangi Gerai Esia Roxymas (Ibu Devie, Bp Indra K, Bp Dandy, Bp Ferry) dan mendapat jawaban bahwa masalah tersebut terjadi karena sistem. Hal ini sungguh aneh karena kartu Esia saya masih bisa menerima panggilan (incoming) dan bisa isi pulsa. Ada apa dengan sistem Esia sehingga merugikan saya?
Karena alasan tersebut masih belum bisa memberi jawaban atas apa yang terjadi pada kartu Esia sata. Pada 14 November 2007 dan 18 Januari 2008, saya mengajukan keluhan secara tertulis. Pada 21 Januari 2008 da 23 Januari 2008, saya dihubungi Bakrie Tel (Ibu Devie dan Bp Indra K) untuk mendata ulang kartu Esia saya (padahal nomor-nomor kartu Esia saya telah saya berikan pada bulan Juli lalu). Pelayanan ini sungguh mengecewakan karena saya dijanjikan akan dilakukan investigasi masalah ini (pada aat kedatangan pihak Bakrie Tel tanggal 19 November 2007) tapi kenapa didata lagi? Apakah begini cara kerja Bakrie Tel?
Dengan gencarnya Esia mengiklankan program dan perang tarif dengan slogan “tolak yang mahal, ambil yang untung!” Apakah ini dibarengi dengan pelayanan konsumen? Mohon pihak Bakrie Tel memberikan penjelasan rasional da profesional sebagai bentuk pelayanan dan tanggung jawab kepada konsumen.
Popy Su
Jalan Cipinang Elok Blok H No.1
jakarta Timur
0812-8378388, 021-70474744Di post di surat pembaca seputar indonesia
Kecewa dengan PT Pandu Siswi Sentosa
Saya mengirimkan dokumen ke agen perusahaan kami di Lhokseumawe, Naggroe Aceh Darussalam dengan menggunakan jasa pengiriman PT Pandu Siwi Sentosa pada 22 Maret 2008 dengan nomor AWB 42527252. Agen perusahaan kami ternyata belum menerimanya. Sampai 10 hari, barang tersebut belum sampai ke alamat yang dituju. Padahal, di list seharusnya diterima selambat-lambatnya 3 hari. Setelah saya cek ke PT Pandu Siwi Sentosa paket dengan nomor tersebut tidak terdaftar. Alasannya, petugas pengambila barang (kurir) mengejar keberangkatan pesawat sehingga tidak sempat registrasi ke kantor.
Salah satu pegawainya meminta saya mengefaks Faktur pengirimannya. Pegawai tersebut meminta saya untuk menunggu. Dia menjanjikan akan mengkonfirmasi via telepon. Selang beberapa hari, saya melakukan konfirmasi ulang. Ternyata jawabannya sama, dan kembali meminta saya mengirimkan faks faktur pengirimannya.
Saya sangat kecewa dengan layanan yang diberikan. Apakah memang demikian pelayanan PT Pandu Siwi Sentosa terhadap customer-nya ? Terlebih perusahaan kami adalah member PT Pandu Siwi Sentosa, mereka seakan-akan tidak mau tahu dengan klaim yang saya ajukan. Perlu diketahui, perusahaan kami secara materi dan nonmateri sangat dirugikan dengan kejadian ini. Apalagi kerjadian ini bukan yang pertama kali dilakukan PT Pandu Siwi Sentosa.
Muslih Al Azhar
Divisi Produk & Expedisi
PT Mitra Permata MandiriDi post di surat pembaca Seputar Indonesia
Mempersoalkan pelayanan XL
Saya sangat kecewa dengan pelayanan yang diberikan Customer Service XL. Pelayanan yang mereka berikan kepada pelanggan sepertinya sama sekali tidak mementingkan keberadaan pelanggan.
Pada sabtu (05/04) pukul 17.48, saya melakukan panggilan ke 817 yang merupakan layanan berbayar XL utuk melakukan komplain. Saat itu saya diterima oleh operator bernama Iis.
Saya bermaksud menyampaikan keluhan karean salah satu nomor XL saya dengan nomor 081905098xxx tidak bisa melakukan isi ulang voucher fisik dengan nomor seri 0858 6200 0110 0xxx dengan nominal sepuluh ribu rupiah (Rp. 10.000).
Saya menceritakan kepada Sdri. Iis bahwa ketika mengisi pulsa melalui SMS selalu dijawab dengan pesan ” sorry the service is not available“.Sdri Iis menyarankan sata agar mengirim SMS ke 5566 dengan format “REGULAR on”, bukan “REGULERon” seperti yang pernah di informasikan oleh customer service representative sebelumnya.
Kemudian saya mencoba saran tersebut, SMS terkirim dan ada reportnya tapi tak ada balasannya. Saya juga disarankan untuk menunggu sampai 30 menit. Setelah itu Sdri Iis menutup sambungan telepon tersebut. Hal itu tentu membuat saya marah, karena saya belum bermaksud untuk menyudahi telepon tersebut. Masih ada hal yang ingin saya tanyakan.
Apakah begini cara customer service representative XL melayani customernya ? Padahal, saya menelepon tidka gratis (permenit dikenakan Rp. 350). saya rasa cara yang ditempuh Sdri Iis sangat tidak menyenangkan. Saya rasa XL harus lebih memedulikan keluhan pelanggannya yang bisa menjadi masukan untuk meningkatkan kinerja XL dalam memuaskan pelanggannya.
Azfari
Komp BULOG Pondok Gede,
Jalan raya Hankam,
Jati Melati, Pondok Melati, BekasiDi post di surat pembaca Seputar Indonesia
Nomor cantik XL-Xplore bermasalah
Pada 4 Januari 2008, sata ditawari program Xplore priceplan oleh sdr. Pandi (HP 0817744xxx) yang mengaku dari kantor PT Exceldomindo Pratama Tbk dengan menyodorkan beberapa daftar nomor cantik 10 digit.
Demi keperluan bisnis dan nomor cantik tersebut mudah diingat saya memutuskan untuk menyetujui ikut program tersebut. Saya lalu memilih nomor cantik : 0817 919 7878. Untuk mendapatkan nomor tersebut saya harus membayar biaya Rp. 150.000.
Kira-kira tiga minggu setelah nomor tersebut aktif dan saya pergunakan, suatu hari saya mendapatkan telepon dari debt collector Citibank yang mencari Ny TAN EK LING. Menurut debt collector yang bersangkutan memiliki tunggakan utang di Citibank. Saya sudah berusaha menjelaskan bahwa kartu yang saya pergunakan ini adalah kartu baru dan saya tidak tahu menahu mengenai Ny TAN EK LING. Bahkan saya tidak mempunyai kartu kredit atau urusan perbankan dengan Citibank.
Namun, debt collector tersebut terus mendesak dan menuduh bahwa saya adalah kerabat dari Ny TAN EK LING dan melontarkan ancaman-ancaman tidak pantas. Debt collector tersebut yang tidak bersedia menyebutkan namanya terus melakukan teror siang-malam yang mengakibatkan saya depresi.
Kemudian saya menghubungi Sdr Pandi untuk mencari solusi diantaranya, sata mohon agar PT Excelcomindo Pratama Tbk menerbitkan surat keterangan bahwa saya adalah pelanggan baru yang mengunakan nomor Xplore tersebut dengan tujuan agar dapat saya pergunakan sebagai penjelasan kepada pihak Citibank.
Ternyata, Sdr Pandi selaku perwakilan dari pihak Excelcomindo menyatakan pihak Excelcomindo tidak dapat menerbitkan surat keterangan yang saya maksudkan. Bahkan dia menawarkan untuk mengganti nomor cantik tersebut dengan membayar ulang. Tentu saja saya menolak karena pada awal penawaran tidak disebutkan adanya risiko seperti ini ke depan.
Tidak tahan atas teror yang semakin berlanjut, akhirnya pada 18 Maret 2008, saya memutuskan melunasi semua tagihan dan menutup nomor langganan kartu Xplore tersebut. Saya mengalami kerugian material dan nonmaterial akibat teror dari debt collector Citibank yang tidak pantas dan PT Excelcomindo Pratama Tbk yang tidak berusaha membantu saya selaku pelanggan.
Sampai saat ini, saya tetap berpikiran bahwa pihak Excelcomindo hanya mengambil keuntungan dari kartu yang telah mati kemudian melakukan recycle kembali tanpa kualitas untuk membuat pelanggannya nyaman. Sebab, saya hanya menerima email berisi janji akan memeriksa kartu Xplore, tanpa memedulikan kerugian pelanggan.
Dengan pengalaman saya alami ini, saya ingin mengimbau agar para pembaca lebih berhati-hari dalam memilih produk. Saya juga sekaligus mengimbau pihak Excelcomindo untuk meningkatkan tanggung jawab dan kualitas pelayanannya terhadap pelanggan.
Rudy Wibisono
Telp : 021-54353111/94127497
Ex pelanggan paket layanan Xplore Price Plan
No kode pelanggan : 509196735
Email : rudywbisana@gmail.comDi post di surat pembaca Seputar Indonesia
Mesin debit rusak, hak konsumen dirugikan
Saya adalah pengguna kartu debit Mandiri dengan nomor kartu 116-00-0513189-2. Pada 31 Maret 2008 pukul 20.00 WIB, kami sekeluarga berbelanja di Alfa Kebon Jeruk. Saya tertarik dengan promo belanja minimal Rp.200.000 akan mendapatkan minyak goreng 2 liter gratis jika membayar dengan kartu debit mandiri. Setelah belanja senilai Rp. 268.000 kasir bilang ke saya “wah bapak dapat minyak goreng gratis nih“.
Kemudian saya menyerahkan kartu debit mandiri dan kemudian digesek oleh kasir, ternyata mesin debitnya tidak berfungsi (dengan pesan malfunction). Kemudian kasir mencoba mendebit dimesin lain, namun hasilnya sama saja. Saya bertanya “GImana nih?” lalu sang kasir menyarankan untuk membayar secara tunai saja. Saya pun bergegas ke ATM BCA karena saya hanya membawa yang Rp. 50.000.
Setelah akhirnya membayar dengan uang tunai, saya bertanya “dapat minyak goreng ga?” Dengan santai jasir menjawab “yah nggak lah pak kan bayarnya tunai. Kalau mau minyak goreng bapak beli aja cuman Rp. 18.750″. Kontan sata protes “lho, kan yang salah bukan saya kok jadinya saya yang di korbankan?”. Lalu kasir terus berargumen yang intinya saya tak bisa dapat minyak goreng yang seharusnya menjadi hak saya karena mesin debit Mandiri sedang bermasalah.
Akhirnya saya merelakan saja masalah tersebut, karena tak ada gunanya juga berdebat dengan kasir. Namun, kejadian ini membuat sata kecewa terhadap Bank Mandiri. Ketidakmampuan Bank Mandiri untuk menyediakan alat yag reliable akhirnya mengorbankan hak saya sebagai konsumen. Sebagai bank yang ternama, sudah seharusnya Bank Mandiri menjaga nama baiknya dengan memberikan pelayanan maksimal kepada konsumen yang telah mempercayainya.
Mochammad Sofian
Jalan Bintaro Utama Raya sektor 1
Mesjid Jamie Bintaro Jaya sektor 1
lantai 2 Jakarta 12330Di post di surat pembaca Seputar Indonesia
Calo tilang memacetkan jalan
Dari salah satu koran saya tahu, pada hari-hari tertentu Pengadilan Negeri Surabaya penuh sesak. Ada kurang lebih 5.000 orang yang antre untuk sidang tilang. Keadaan ini sangat menggangu sidang-sidang perkara serius dan memacetkan lalu lintas di jalan Arjuna.
Mengapa pihak pengadilan tidak berpikir untuk menyelenggarkan sidang pada malam hari untuk kasus-kasus tindak pidana ringan atau sidang tilang? Pada waktu sore dan malam hari gdeung pengadilan tidak digunakan. Daripada mubazir lebih baik dimanfaatkan untuk kepentingan dan kemudahan bagi masyarakat.
Tentu hakim dan panutera yang bertugas harus diberi insentif dan uang lembur. Misalnya sudang malam dilakukan mulai pukul 16.00 dan berakhir pukul 21.00. Di Singapura, hal ini sudah lama dilaksanakan dan dinamakan “Night Court“.
Jika pengadilan malam dimungkinkan, maka keabsahannya perlu diatur dengan SK (Surat Keputusan) dari departmen terkait, antara lain tentang honor dan jam kerja tambahan.
Pemasukan dari denda tilang dan tindak pidana ringan pasti cukup untuk membiayai pengeluaran ini, termasuk biaya PLN karena penggunaan listrik pasti bertambah. Keuntungannya, hakim dan penitera yang bertugas yang bertugas mendapatkan tambahan penghasilan halal, masyarakat dapat melakukan aktivitas hariannya, calo-calo tidak perlu ada lagi, jalan di dekat pengadilan tidak macet, ladang parkir yang sempit dapat digunakan untuk mereka yang memang ada keperluan di pengadilan, petugas parkir dan satpam pun dapat rezeki tambahan.
Markus Sajogo SH
Jalan Untung Suropati 64
SurabayaDi post di surat pembaca Seputar Indonesia
Comments (2)
Leave a Comment
Leave a Comment
