Archive for the ‘Retail’ Category
Promo Carrefour tidak siap
Kami sekeluarga ke Carrefour Kelapa Gading, Jakarta, Kamis (20/3), sekitar pukul 13:00 karena tergiur iklan Carrefour di Kompas (19/3) tentang semua alat listrik dan pertukangan diskon 40 persen dan ada 10 pesen diskon dari total belanja yang nilai tertera di setruk dan bisa digunakan untuk berbelanja kembali. Suami saya membeli peralatan pertukangan dengan label harga sebelum diskon, dan dua potato chip merek Pringles kaleng dengan tulisan harga kedua diskon 50 persen.
Saat dikasir ternyata alat-alat pertukangan tidak ada diskon otomatis dan juga potato chip tetap harga normal. Setelah dikomplain petugas kasir mengatakan, diskon tetap berlaku, tetapi sistem komputer belum di up-date lalu menyarankan agar membayar penuh dengan total Rp. 660.700, diskon akan dihitung dan kelebihan yang dikembalikan oleh layanan pelanggan dibagian informasi yang hanya ada lima petugas sangat tidak siap dengan promo tersebut.
Sata dilayani oleh salah seorang dan setelah menunggu 20 menit, ternyata belum juga memproses diskon. Menurut yang bersangkutan, masih bingung karena belum lama bekerja. Lalu menyerahkan setruk saya kepada rekannya yang ternyata tidak juga memberikan hak saya. Setelah saya komplain karena sudah menunggu 20 menit lagi petugas itu mengatakan diskon 40 persen akan memakan waktu yang lama karena komputer belum up-date.
Yang bersangkutan harus bolak balik cek barang terlebih dulu, lalu menganjurkan untuk batal saja dan uang kembali. Karena saar itu saya membawa dua anak balita dan satu bayi yang terus menanggis karena tidak nyaman, saya menerima usulan tersebut. Ternyata proses batal harus menunggu 20 menit lagi. Saya sudah lelah dan kesal, juga anak-anak sudah sangat rewel. Akhirnya setruk pembatalan diberikan setelah menunggu total satu jam.
Nina Aryani
Gading Pelangi Indah C 3B/3
Jakarta UtaraDi post di Redaksi Yth Kompas
Mesin debit rusak, hak konsumen dirugikan
Saya adalah pengguna kartu debit Mandiri dengan nomor kartu 116-00-0513189-2. Pada 31 Maret 2008 pukul 20.00 WIB, kami sekeluarga berbelanja di Alfa Kebon Jeruk. Saya tertarik dengan promo belanja minimal Rp.200.000 akan mendapatkan minyak goreng 2 liter gratis jika membayar dengan kartu debit mandiri. Setelah belanja senilai Rp. 268.000 kasir bilang ke saya “wah bapak dapat minyak goreng gratis nih“.
Kemudian saya menyerahkan kartu debit mandiri dan kemudian digesek oleh kasir, ternyata mesin debitnya tidak berfungsi (dengan pesan malfunction). Kemudian kasir mencoba mendebit dimesin lain, namun hasilnya sama saja. Saya bertanya “GImana nih?” lalu sang kasir menyarankan untuk membayar secara tunai saja. Saya pun bergegas ke ATM BCA karena saya hanya membawa yang Rp. 50.000.
Setelah akhirnya membayar dengan uang tunai, saya bertanya “dapat minyak goreng ga?” Dengan santai jasir menjawab “yah nggak lah pak kan bayarnya tunai. Kalau mau minyak goreng bapak beli aja cuman Rp. 18.750″. Kontan sata protes “lho, kan yang salah bukan saya kok jadinya saya yang di korbankan?”. Lalu kasir terus berargumen yang intinya saya tak bisa dapat minyak goreng yang seharusnya menjadi hak saya karena mesin debit Mandiri sedang bermasalah.
Akhirnya saya merelakan saja masalah tersebut, karena tak ada gunanya juga berdebat dengan kasir. Namun, kejadian ini membuat sata kecewa terhadap Bank Mandiri. Ketidakmampuan Bank Mandiri untuk menyediakan alat yag reliable akhirnya mengorbankan hak saya sebagai konsumen. Sebagai bank yang ternama, sudah seharusnya Bank Mandiri menjaga nama baiknya dengan memberikan pelayanan maksimal kepada konsumen yang telah mempercayainya.
Mochammad Sofian
Jalan Bintaro Utama Raya sektor 1
Mesjid Jamie Bintaro Jaya sektor 1
lantai 2 Jakarta 12330Di post di surat pembaca Seputar Indonesia
Leave a Comment
Comments (1)
