Archive for the ‘Maskapai Penerbangan’ Category

Layanan Cathay Airlines Mengecewakan

Pada 8 April 2008, kami dari tim Hewlett-Packard (HP) Indonesia memilih menggunakan jasa penerbangan Cathay Airlines sebagai transportasi kami ke Beijing dalam rangka menghadiri pertemuan bisnis.

Jadwal penerbangan kami direncanakan pada pukul 08.40 WIB menuju Hongkong. Selanjutnya, transit hingga pukul 16.45 kemudian tiba di Beijing International Airport pukul 19.55 waktu setempat. Namun, penerbangan diundur karena ada penundaan penerbangan selama satu jam.

Ternyata penundaan ini terus molor. Akhirnya sekitar pukul 13.00 WIB, pihak Cathay Airlines mengumumkan pembatalan penerbangan dan mengumumkan penerbangan pengganti pada pukul 15.00 WIB dengan konsekuensi kamu harus bermalam di Hong Kong dan baru pagi harinya diterbangkan ke Beijing. Kami keberatan, mengingat apabila memilih opsi tersebut, kami baru sampai ke Beijing pukul 12 siang (9 April) dan kami kehilangan banyak hal berhubungan dengan keperluan aktivitas bisnis kami.

Akhirnya, kami meminta Cathay Airlines untuk memindahkan kami ke jasa penerbangan lain. Namun, unuk urusan ini pun tampaknya pihak Cathay Airlines tidak bisa memberikan layanan yang memuaskan. Kami dioper dari konter tiket penerbangan satu ke konter lain.

Ketidakprofesionalan ini mengakibatkan kami kehilangan kesempatan unuk menggunakan jasa penerbangan Singapore Airlines pada pukul 12.00 WIB karena mereka tidak bisa memberikan keputusan. Begitu pula kesempatan menggunakan jasa Garuda Indonesia pada pukul 13.00 WIB hilang karena yang tersedia hanya kelas bisnis dan pihak Cathay Airlines tidak bersedia melakukan kompensasi. Tindakan ini melukai apresiasi kami yang menilai mereka tidak menghargai customer dan lebih mementingkan untung-rugi dari perspektif mereka sendiri.

Setelah kami melakukan protes keras, akhirnya pihak Cathay Airlines beru bergerak menyuruh kami kembali ke konter Garuda Indonesia dengan mendorong 2 troli berisi 11 koper. Namun sesampainya di konter tersebut, mereka menginformasikan bahwa mereka telah mendapatkan tiket Singapore Airlines. Untuk itu kami harus kembali menuju konter Singapore Airlines yang jaraknya sangat jauh. Masalah kembali muncul ketika sampai dikonter Singapore Airlines kami dinyatakan sudah sangat terlambat.

Kami tetap tidak memperoleh kepastian hingga mereka member opsi selanjutnya: kami disuruh mengejar penerbangan ke Singapore dengan menggunakan Garuda Indonesia penerbangan pukul 19.00 WIB.

Opsi yang sangat tidak menghargai kepentingan kami. Yang kami juga sesalkan, setiap kami menyampaikan keluhan, pihak Cathay Airlines malah saling menyalahkan.

Bahkan yang lebih melukai perasaan kami, salah satu Manajer mengatakan : “ Maaf ya bu, saya baru disuruh membantu sekarang karena harus membantu customer-customer yang lain.” Karuan saja, tanggapan tersebut membuat kami kian tersinggung.

Sebagai customer yang sama-sama melakukan kewajiban membayar, namun ternyata hak kami dibedakan. Kami tidak mendapat prioritas yang sama di tengah keperluan yan tidak kalah penting dari mereka.

Akhirnya, setelah di pingpong kesana kemari selama lima jam dengan penyelesaian yang tidak professional, kami diberi kompensasi berupa tidak kelas bisnis Garuda Indonesia penerbangan pukul 15.00 WIB tujuan Singapura dan kami dapat mengejar penerbangan ke Beijing pukul 01.00 dini hari dan tiba di Beijing pukul 08.00 pagi (9 April).

Mengingat hari berikutnya ada tim customer HP yang akan berangkat ke Beijing juga, kami menyarankan kepada Manager on Duty hari itu, Ibu Jenny, agar kejadian serupa tidak terjadi lagi. Namun Ibu Jenny memberikan komentar yang menurut kami sangat jauh dari memuaskan. Ibu Jenny mengatakan bahwa dia bukan peramal yang bisa meramalkan kejadian masa depan. Padahal maksud kami agar Cathay Airlines mempersiapkan perencanaan yang baik sehingga peristiwa yang telah menimpa kami tidak terulang.

Hilwina Agita
Hewlett-Packard Indonesia

Di post di surat pembaca seputar indonesia