Penipuan Atasnama Mastercard – 2
Kira2 th 2007 saya jg ditelp oleh seseorang yang bernawa Widya dan Riko (marketing) dari PT Nusantara Mitra Indonesia yang berkantor Pusat di Ruko Duta Mas Fatmawati Blok D2 No. 1 Jakarta Selatan. Mengaku mendapat rekomen dan memberikan voucher kpd saya. Setelah menjelaskan bla…bla…bla…. saya dibantu utk validasi data. Saya masih ingat benar dalam ingatan saya dia menjelaskan bahwa uang saya bisa dikembalikan utuh tanpa dibebani biaya apapun apabila setelah satu tahun voucher tidak dipakai, dengan cara semua voucher dan kartu dari NMI saya tidak hilang . Tetapi dia jg tidak menjelaskan adanya syarat ataupun surat penjamin utk mencairkan uang saya nanti.
Karena waktu itu saya tidak mau ambil pusing krn penjelasan Widya sangat menarik dan uang dpt kembali, itung2 saya bs nabung. Setelah menutup telp, teman sy mendengar pembicaraan saya via telp dgn NMI, dia memberikan saran utk membatalkan saja krn dia pernah mendapat pengalaman buruk dgn produk sama, setelah mendapat penjelasan dr teman langsung sy cancel, tetapi ditolak dr pihak NMI dgn alasan kurir sudah jln utk mengirimkan voucher, dan mereka NMI berusaha meyakinkan saya kembali bahwa uang dpt kembali dgn utuh.
Setelah kurir datang saya menayakan kembali mslh uang bs kembali dan kurir pun meng “iyakan” jawabannya, kemudian saya cuman diminta menggesek citibank card saya dan dibebani sebesar Rp 1.950.000,- Setelah satu tahun voucher tidak saya pakai maka saya mencoba utk mengambil kembali uang saya. Saya menelepon ke nomer (7227831), ternyata telp yg sy hubungi utk sementara tdk dpt dihubungi. Setelah saya coba berulang kali ternyata tetap tidak bs dihubungi. Akhirnnya saya telp ke 108, dapatlah alamat dan no telp (7396651) baru (ternyata mereka baru pindah). Saya sempat tanya knp pindah tidak konfirmasi padahal no hp sy tidak ganti dan sy belum pindah kerja. Mereka menjawab dengan alasan yg tdk memuaskan.
Setelah ketemu kantornya saya bertemu dgn Elli (pegawai NMI), saya meminta uang saya kembali, tetapi dia (Elli) menjawab uang yg sudah masuk NMI tdk bisa dikembalikan, tetapi ada pengecualian apabila saya dipersulit saat akan memakai voucher uang bisa dikembalikan itu jg dgn syarat asalkan ada semacam surat penjamint utk mengembalikan uang tsb. Kemudian dia menanyakan surat yg menyatakan dr Widya utk dpt mencairkan uang saya. Padahal diawal penjelasan Widya tdk memberitahukan kpd saya tentang ketentuan2 yg harus saya miliki saat pengambilan kembali uang saya.
Saat itu sy sudah kesal sekali krn tdk mempunyai bukti yg kuat (bukti saat itu pun hanya pembicaraan via telp dgn Widya. Kemudian saya minta ketemu dgn Widya/Riko, tetapi Elli bilang mereka sudah Resign, lalu bagaimana pertanggung jawaban dr NMI? Elli menjawab krn mereka sudah keluar dr perusahaan itu bukan tanggung jawab mereka (NMI)lagi.
Akhirnya solusi saat itu kartu saya hanya diperpanjang saja, semenjak saat itu sya bertekad akan memakai voucher itu, sya pernah akan memakai voucher utk liburan saya, kemudian sy telp bag. reservasi (7227851)ternyata ga pernah diangkat. Skrg bagaimana saya akan memakai voucher itu jika mereka tdk pernah mengangkat telp. Setelah beberapa bln berlalu saya kecolongan lagi, waktu akan memperpanjang lagi utk th ke 2, ternyata mereka sudah pindah kantor. Saya coba telp 108 lg utk melacak mereka, dapatlah alamatny sama cuman beda blok di Ruko Duta Mas Fatmawati Blok B1 No. 21 Jakarta Selatan Telp. 7396987/7398437 (ditelp masuk tetapi tidak ad yg mengangkat), setelah saya datangi ternyata kosong. Saya cek ulang ke kantor lama utk mencari info (mungkin kntr baru tahu kmn pindahny NMI)saya bertemu dgn Pak Didin klo ga salah (pengelola pihak Ruko Duta Mas Fatmawati)dia menjelaskan bahwa NMI sudah pindah sejak liburan sekolah th 2008, dan mereka (NMI) pindah gitu aja tanpa konfirmasi ke pihak pengelola Ruko, sampai kunci kantorny pun tidak diberikan kembali ke pengelola.
Ternyata tidak cuman saya yg mencari NMI, dr Pak Didin jg memberi tahu beberapa hr yg lalu jg banyak org yg mencari NMI, ktny mereka jg korban dr PT. NMI. Saya coba telp 108 lagi dapat alamat lagi PT. NMI di Jl. Pangeran Antasari No. 23 Jakarta Selatan Telp. 75905477/75905205 (keduany tidak dapat dihubungi)tetapi saya belum sempat mendatangi kantornya .Sampai saat ini Kamis, 28 Mei 2009 tidak ada niat baik sedikitpun dari pihak NMI untuk menghubungi saya agar menyelesaikan masalah ini. Bagaimana pertanggung jawaban Elli (NMI)? Tetapi buat saya ini jg menjadi pelajaran yg sangat penting sekali, jgn sampai ada korban2 yg lainnya. Hati2 apabila mendapat telepon dari PT. NUSANTARA MITRA INDONESIA.
Kepada semua Karyawan Terutama Pimpinan PT. NUSANTARA MITRA INDONESIA, Apakah kalian bangga memberi nafkah dan makan keluarga dengan cara bisnis seperti itu?
oleh : eka@citraniaga.com
Customer Service Esia
Ada yang pernah berurusan dengan CS-nya Esia? saya salah seorang penguna Esia, sudah sekitar 2 tahun, tapi beberapa bulan belakangan ini CS-nya Esia bener2 ngeselin.
Bayangin jam 6 pagi saya di telponin untuk segera isi pulsa. Saya yang sedang tidur kaget jam 6 pagi ada yang telepon, karena HP Esia saya kebetulan ada di meja depan saya harus bangun untuk angkat karena takut ada emergency. Pas di angkat dengan sapaan akrab mereka minta saya isi pulsa karena pulsa saya sudah dibawah Rp. 5000.
Saya katakan jangan hubungi saya untuk hal2 begini dipagi2, mereka malah tertawa, sambil bilang “kalau gitu ibu isi pulsa ya besok, kami juga malas”
saya mau isi pulsa apa engga apa urusannya ya sama dia? dan benar besok pagi mereka kembali menghubugi, kali ini jam 6.30 dan orang yang sama, sambil tertawa ” ibu tidak malu ya pulsa dah dibawah 5000 belom diisi isi?”
mohon tanggapan esia.
Pengunaan Darah di RS Pondok Indah
Beberapa waktu lalu istri saya melahirkan di RS Pondok Indah, Jakarta. Karena ada pembekuan darah atau saya kurang mengerti istilahnya, untuk menjaga kemungkinan pendarahan sewaktu operasi, disiapkan 3 kantong darah. Suster menjelaskan kalau 3 kantong darah ini boleh di check ulang, tetapi tergantung keputusan pasien. Untuk menjaga2 dari segala kemungkinan kami meminta setiap kantong yang di pakai di check ulang terlebih dahulu. Lalu suster juga menjelaskan kalau darah yang tidak dipakai tidak perlu dibayar – ini yang nanti-nya menjadi masalah karena yang mendengar hanya saya dan istri saya.
Ternyata proses operasi berjalan lancar, dan tidak mengunakan darah tambahan tersebut. Tetapi ternyata sewaktu pembayaran di bill tercatat pengunaan 3 kantong darah dan 3 kali pemeriksaan. Setelah kami menjelaskan, pihak RS beragumen kalau darah yang sudah di pesan tidak bisa dikembalikan. Heh, hebatnya suster yang menjelaskan tetap mengatakan kalau dia tidak pernah mengatakan hal tersebut sambil membawa2 pengalaman dia di rumah sakit sudah lebih dari 10 tahun.
Akhirnya pihak rs memberikan jalan tengah, yaitu hanya membayar biaya pengecekan darah 1 kantong. Dan kami setuju.
Tetapi sekarang ada sesuatu yang membingungkan saya. Apabila darah2 tersebut tidak jadi kami gunakan-dan dalam konteks kami telah membayar darah tersebut, menurut pihak rs, darah tersebut bisa bertahan 3×24 jam, dikemanakan darah2 tersebut? Apakah dibuang atau dikembalikan ke PMI ? Salah satu suster menjelaskan kalau apabila dalam 3×24 jam itu ada orang lain yang membutuhkan, darah itu bisa diberikan ke mereka. Oke, itu lebih baik daripada dibuang.
Sekarang apa orang berikutnya yang memakai darah tersebut bayar ? suster menjelaskan kalau orang itu wajib membayar biaya cross check apakah darah itu cocok apa tidak, kami setuju. Suster menjelaskan orang itu tidak perlu membayar biaya cek darah yang sudah kami lakukan, kami setuju. Terus apa mereka membayar biaya 3 kantong darah tersebut yang sudah kami bayar? Suster tidak bisa memberi jawaban karena bukan wewenang dia.
Tapi sebenarnya saya yakin, RS akan tetap mencharge dia untuk 3 kantong darah tersebut plus biaya cross check. Apa benar begitu ? Apa benar darah yang sudah dikeluarkan tidak bisa dikembalikan ke PMI ?
Masterweb hosting terbaik 2008???
Apakah anda salah satu pelanggan setia atau die hard fans-nya Master Web?
Heh… mereka menulis terbaik 2008 pilihan masyarakat.Saya bingung harus tertawa atau bagaimana. Pertanyaan adalah masyarakat mana ya yang memilih? Kenapa mereka tidak menulis sumber-nya kalau memang ada yang memilih? Tahun 2008 saja belom habis kenapa bisa terbaik 2008?
Saya sendiri menganggap mereka adalah sampah. Ya, sampah. Bahkan kalau ada yang lebih rendah dari sampah, saya akan anggap mereka seperti itu.
Pasti bertanya kenapa ? Mungkin ini hanya pengalaman saya, tapi perlu di ketahui mulai dari call center 24H yang susah sekali dihubungi-mungkin karena terlalu banyak yang sedang complain atau mungkin engga berani angkat atau kemungkinan yang aneh terlalu banyak yang mau beli. Tapi yang jelas susah sekali masuk-nya.
Customer support online melalu yahoo messanger juga sama parahnya. Respon yang lama dan kerja-nya benar2 tepat waktu, sampai jam 5 sore saja. Walaupun ketika itu saya mulai bertanya2 sejak pukul 16.30, tetapi ketika pas pukul 17.00 mereka akan segera offline, tanpa banyak ba-bi-bu lagi, selain “sudah jam 5 pak, kami sudah harus offline, anda bisa langsung ke bagian technical-kami tidak melayani lagi”.
Bagaimana dengan technical support yang di lempar tanggung jawab? Sama parah-nya, jawabannya adalah menunggu konfirmasi dari cs dulu baru bisa dikerjain.
Terbaik 2008-best service? hahaha… sepertinya perusahaan seperti godaddy.com saja tidak mengklaim terbaik 2008 pilihan masyarakat, ini yang service-nya buruk dengan berani-nya menulis sesuatu yang tidak ada sumber-nya.
Saya pernah mengenal Dhiar-kalau tidak salah pemilik master web. Semoga beliau peka dengan kinerja staff-nya.
Keberatan dengan tulisan ini? silakan isi komentar disini.
*update
Apakah ini lelucon dari masterweb? tahun 2009 baru saja dimulai, mereka sudah mengklaim BEST SERVICE 2009? engga tanggung ditulis BEST WEB HOSTING IN THE WORLD oom ? kan uda tanggung boong juga.
Customer Service Blackberry Angkuh
Saya adalah pelanggan VIP Matrix-Indosat Blackberry. Pada Senin (28/4), telepon selular (ponsel) Palm Treo 750V saya mengalami masalah dengan spekaer-nya. Karena masih dalam masa garansi, maka oleh pihak penjual, C Plam-Plaza Senayan, diganti dengan unit yang baru.
Sebagai pelanggan Indosat yang memakai fitur Blackberry maka saya harus melakukan regstrasi atau change device di website indosat,blackberry.com. Karena kegiatan saya banyak diluar kantor, maka saya pikir langkah terbaik adalah menghubungi customer service (CS) Indosat untuk dibantu dalam langkah-langkah ini.
Pada selasa (29/4) pagi, saya coba menghubungi call center dan diberitahukan bahwa person incharge untuk bagian Blackberry sedang offline. Saya menyanggupi, karena memang pada hari itu saya tidak akan terlalu banyak bekerja denngan email dari fasilitas Blackberry. Pada Rabu (30/4) pagi, saya mencoba menghubungi lagi. Mereka berjanji akan meminta pihak Blackberry menghubungi saya. Namun, sampai mendekati siang masih belum juga ada feedback. Akhirnya saya kembali menghubungi Indosat.
Baru pada sekitar pukul 12.00 WIB, saya dihubungi Indosat namun tak terangkat karena ponsel jauh dari saya. Hingga hampir 30 menit kemudian tak ada lagi telepon lagi dari Indosat. Saya pun kembali menghubungi mereka. Baru pada pukul 13.15 WIB, saya dihubungi, dan mereka mengatakan sudah mengirimkan email yang berisi langkah-langkah registrasi tersebut. Namun, berulang kali saya katakan kepada mereka bahwa saya tidak bisa connect ke internet sehingga tidak bisa melihat email tersebut maupun connect ke Indosat Blackberry untuk melakukan hal tersebut.
Bapak Sutisna dari Indosat berjanji akan mengirimkan email kembali berisi software untuk ponsel saya. Namun setelah menunggu lagi sekitar 3 jam, software yang dijanjikan tak kunjung terkirim.
CS Indosat pun memperlakukan saya secara tidak professional. Hari ini (30/4), dua kali saya mengalami perlakuan tidak menyenangkan dari CS Indosat, yaitu saudara “R”. Dia bertele-tele dan membiarkan telepon saya sempat selama lebih dari 4 menit dengan alasan pengecekan data. Akhirnya, saya tutup telepon tersebut.
Setelah itu, Bapak Sutisna menelepon dan mengaku sedang dijalan. Dia menyuruh saya untuk melakukan langkah-langkah yang dimaksud, namun kalau tidak bisa atau ada masalah lagi, beliau mempersilakan kita untuk menelopon kembali.
Akhirnya, meskipun Blackberry sudah bisa, namun kami masih kesulitan dalam menganti IMEI dan PIN sehingga masih belum bisa terdaftar. Saya menghubungi Indosat kembali dan ternyata diterima saudara “R” kembali yang tampaknya emosinya sedang tinggi, hingga saya bisa mendengar desahan nafas yang ditahan karena menahan amarah. Suara tingginya tersebut tertangkap jelas dan saya anggap sebagai perlakuan yang tidak sopan.
Saya tidak terima dengan perlakuan tersebut. Sebagai CS VIP Indosat, sebaiknya tidak boleh berlaku kasar terhadap pelanggan. Saya sama sekali tidak mengeluarkan kata kata kasar. Saya hanya bilang kalau saya capek menghubungi Indosat terus, namun tidak juga ada tindak lanjut. Saya pikir sebaiknya yang bersangkutan sebagai CS tahu cara melayani pelanggan dengan baik.
Noorina
JakartaDi post di surat pembaca seputar indonesia
Layanan Cathay Airlines Mengecewakan
Pada 8 April 2008, kami dari tim Hewlett-Packard (HP) Indonesia memilih menggunakan jasa penerbangan Cathay Airlines sebagai transportasi kami ke Beijing dalam rangka menghadiri pertemuan bisnis.
Jadwal penerbangan kami direncanakan pada pukul 08.40 WIB menuju Hongkong. Selanjutnya, transit hingga pukul 16.45 kemudian tiba di Beijing International Airport pukul 19.55 waktu setempat. Namun, penerbangan diundur karena ada penundaan penerbangan selama satu jam.
Ternyata penundaan ini terus molor. Akhirnya sekitar pukul 13.00 WIB, pihak Cathay Airlines mengumumkan pembatalan penerbangan dan mengumumkan penerbangan pengganti pada pukul 15.00 WIB dengan konsekuensi kamu harus bermalam di Hong Kong dan baru pagi harinya diterbangkan ke Beijing. Kami keberatan, mengingat apabila memilih opsi tersebut, kami baru sampai ke Beijing pukul 12 siang (9 April) dan kami kehilangan banyak hal berhubungan dengan keperluan aktivitas bisnis kami.
Akhirnya, kami meminta Cathay Airlines untuk memindahkan kami ke jasa penerbangan lain. Namun, unuk urusan ini pun tampaknya pihak Cathay Airlines tidak bisa memberikan layanan yang memuaskan. Kami dioper dari konter tiket penerbangan satu ke konter lain.
Ketidakprofesionalan ini mengakibatkan kami kehilangan kesempatan unuk menggunakan jasa penerbangan Singapore Airlines pada pukul 12.00 WIB karena mereka tidak bisa memberikan keputusan. Begitu pula kesempatan menggunakan jasa Garuda Indonesia pada pukul 13.00 WIB hilang karena yang tersedia hanya kelas bisnis dan pihak Cathay Airlines tidak bersedia melakukan kompensasi. Tindakan ini melukai apresiasi kami yang menilai mereka tidak menghargai customer dan lebih mementingkan untung-rugi dari perspektif mereka sendiri.
Setelah kami melakukan protes keras, akhirnya pihak Cathay Airlines beru bergerak menyuruh kami kembali ke konter Garuda Indonesia dengan mendorong 2 troli berisi 11 koper. Namun sesampainya di konter tersebut, mereka menginformasikan bahwa mereka telah mendapatkan tiket Singapore Airlines. Untuk itu kami harus kembali menuju konter Singapore Airlines yang jaraknya sangat jauh. Masalah kembali muncul ketika sampai dikonter Singapore Airlines kami dinyatakan sudah sangat terlambat.
Kami tetap tidak memperoleh kepastian hingga mereka member opsi selanjutnya: kami disuruh mengejar penerbangan ke Singapore dengan menggunakan Garuda Indonesia penerbangan pukul 19.00 WIB.
Opsi yang sangat tidak menghargai kepentingan kami. Yang kami juga sesalkan, setiap kami menyampaikan keluhan, pihak Cathay Airlines malah saling menyalahkan.
Bahkan yang lebih melukai perasaan kami, salah satu Manajer mengatakan : “ Maaf ya bu, saya baru disuruh membantu sekarang karena harus membantu customer-customer yang lain.” Karuan saja, tanggapan tersebut membuat kami kian tersinggung.
Sebagai customer yang sama-sama melakukan kewajiban membayar, namun ternyata hak kami dibedakan. Kami tidak mendapat prioritas yang sama di tengah keperluan yan tidak kalah penting dari mereka.
Akhirnya, setelah di pingpong kesana kemari selama lima jam dengan penyelesaian yang tidak professional, kami diberi kompensasi berupa tidak kelas bisnis Garuda Indonesia penerbangan pukul 15.00 WIB tujuan Singapura dan kami dapat mengejar penerbangan ke Beijing pukul 01.00 dini hari dan tiba di Beijing pukul 08.00 pagi (9 April).
Mengingat hari berikutnya ada tim customer HP yang akan berangkat ke Beijing juga, kami menyarankan kepada Manager on Duty hari itu, Ibu Jenny, agar kejadian serupa tidak terjadi lagi. Namun Ibu Jenny memberikan komentar yang menurut kami sangat jauh dari memuaskan. Ibu Jenny mengatakan bahwa dia bukan peramal yang bisa meramalkan kejadian masa depan. Padahal maksud kami agar Cathay Airlines mempersiapkan perencanaan yang baik sehingga peristiwa yang telah menimpa kami tidak terulang.
Hilwina Agita
Hewlett-Packard IndonesiaDi post di surat pembaca seputar indonesia
Penipuan Atasnama Mastercard
Pada 27 Maret 2008 saya ditelepon oleh seseorang yang mengaku bernama Ririn dari PT Nusantara Mitra Indonesia (NMI) yang berkantor di Pusat Niaga Duta Mas Fatmawati, Jakarta Selatan. Dia mengaku mendapat rekomendasi Mastercard untuk memberikan voucher kepada saya. Kemudian telepon dialihkan ke orang lain untuk melakukan validasi data. Setelah itu saya dikenakan biaya sebesar Rp. 2.580.000.
Kami lalu menjelaskan bahwa saldo yang kami miliki tidak mencukupi untuk membayar sebesar itu. Tetapi yang bersangkutan mengatakan bahwa saldo mencukupi karena transaksi sudah di debet dan bsia diangsur 3-4 tahun, bebas sesuai kemampuan.
Karena yang bersangkutan ngotot dan mengakhiri pembicaraan, saya berpikir kalau limit kartu saya tidak cukup pasti mereka akan menghubungi saya kembali. Ternyata traksaksi tersebut dipecah-pecah dan dibebankan kedua kartu kredit saya. Kurang lebih dua jam setelah NMI menghubungi, saya menghubungi PermataTel untuk membatalkan dan memblokir transaksi yang masih status pending tersebut.
Menurut pihak NMI, transaksi tersebut tidak bisa dibatalkan lantaran sudah benar sesuai harganya, yaitu : Rp. 2.580.000. Bahkan pihak NMI mengatakan bahwa saya salah persepsi mengenai angsuran yang dibicarakan. Mereka mengatakan bahwa arti bisa diangsur 3-4 tahun adalah beas mengangsur kepihak kartu kredit, sampai 10 tahun juga boleh, mau bayar bunga atau denda atau tidak membayar juga terserah. Pihak NMI juga mengatakan mereka bisa membebankan ke kartu kredit kita manapun secara otomatis, asal di terbitkan oleh MasterCard karena mereka bisa online langsung dengan MasterCard.
Akhirnya saya mengurus masalah ini ke Bank Permata. Saya mengirimkan pembatalan, sanggahan, dan bukti pengembalian kiriman sudah kami sampaikan ke GE Card Center, Bank Permata dan NMI. Namun hingga hari ini transaksi tersebut masih ditagihkan. Ternyata penipuan dengan modus yang sama juga sudah pernah dilakukan NMI dan pernah diterbitkan disurat pembaca salah satu harian nasional Indonesia.
Saya kecewa sekali dengan Mastercard yang memfasilitasi merchant dengan kredibilitas seperti PT NMI dan lembaga perbankan di Indonesia yang membiarkan dan mengayomi pelaku usaha nakal. Sebagai tambahan, sampai hari ini saya sebagai nasabah Bank Permata tidak pernah bermasalah atau terlambat membayar.
Sayangnya pelaku bisnis seperti NMI ini sulit diproses secara hukum, meskipun melanggar KUHPerdata, pidana, bahkan UU No.8/1999 sekalipun. Kalau diadukan ke polisi, justru kita yang sudah korban malah kita yang kerepotan karena proses yang berbelit menghabiskan tenaga, biaya dan pikiran sedangkan NMI bisa melenggang bebas.
Mohammad Nazar Ali
Surabaya
monaz@telkom.netDi post di surat pembaca seputar indonesia
Keluhan Esia
Selama ini, Bakrie Tel sangat mengecewakan saya, sudah 8 bulan saya menunggu jawaban atas keluhan kartu Esia saya, yang pulsanya menjadi nol dari saldo pulsa sebelumnya Rp. 68.545. Pada pertengahan Juli-Oktober 2007, saya telah mendatangi Gerai Esia Roxymas (Ibu Devie, Bp Indra K, Bp Dandy, Bp Ferry) dan mendapat jawaban bahwa masalah tersebut terjadi karena sistem. Hal ini sungguh aneh karena kartu Esia saya masih bisa menerima panggilan (incoming) dan bisa isi pulsa. Ada apa dengan sistem Esia sehingga merugikan saya?
Karena alasan tersebut masih belum bisa memberi jawaban atas apa yang terjadi pada kartu Esia sata. Pada 14 November 2007 dan 18 Januari 2008, saya mengajukan keluhan secara tertulis. Pada 21 Januari 2008 da 23 Januari 2008, saya dihubungi Bakrie Tel (Ibu Devie dan Bp Indra K) untuk mendata ulang kartu Esia saya (padahal nomor-nomor kartu Esia saya telah saya berikan pada bulan Juli lalu). Pelayanan ini sungguh mengecewakan karena saya dijanjikan akan dilakukan investigasi masalah ini (pada aat kedatangan pihak Bakrie Tel tanggal 19 November 2007) tapi kenapa didata lagi? Apakah begini cara kerja Bakrie Tel?
Dengan gencarnya Esia mengiklankan program dan perang tarif dengan slogan “tolak yang mahal, ambil yang untung!” Apakah ini dibarengi dengan pelayanan konsumen? Mohon pihak Bakrie Tel memberikan penjelasan rasional da profesional sebagai bentuk pelayanan dan tanggung jawab kepada konsumen.
Popy Su
Jalan Cipinang Elok Blok H No.1
jakarta Timur
0812-8378388, 021-70474744Di post di surat pembaca seputar indonesia
Kecewa dengan PT Pandu Siswi Sentosa
Saya mengirimkan dokumen ke agen perusahaan kami di Lhokseumawe, Naggroe Aceh Darussalam dengan menggunakan jasa pengiriman PT Pandu Siwi Sentosa pada 22 Maret 2008 dengan nomor AWB 42527252. Agen perusahaan kami ternyata belum menerimanya. Sampai 10 hari, barang tersebut belum sampai ke alamat yang dituju. Padahal, di list seharusnya diterima selambat-lambatnya 3 hari. Setelah saya cek ke PT Pandu Siwi Sentosa paket dengan nomor tersebut tidak terdaftar. Alasannya, petugas pengambila barang (kurir) mengejar keberangkatan pesawat sehingga tidak sempat registrasi ke kantor.
Salah satu pegawainya meminta saya mengefaks Faktur pengirimannya. Pegawai tersebut meminta saya untuk menunggu. Dia menjanjikan akan mengkonfirmasi via telepon. Selang beberapa hari, saya melakukan konfirmasi ulang. Ternyata jawabannya sama, dan kembali meminta saya mengirimkan faks faktur pengirimannya.
Saya sangat kecewa dengan layanan yang diberikan. Apakah memang demikian pelayanan PT Pandu Siwi Sentosa terhadap customer-nya ? Terlebih perusahaan kami adalah member PT Pandu Siwi Sentosa, mereka seakan-akan tidak mau tahu dengan klaim yang saya ajukan. Perlu diketahui, perusahaan kami secara materi dan nonmateri sangat dirugikan dengan kejadian ini. Apalagi kerjadian ini bukan yang pertama kali dilakukan PT Pandu Siwi Sentosa.
Muslih Al Azhar
Divisi Produk & Expedisi
PT Mitra Permata MandiriDi post di surat pembaca Seputar Indonesia
Saldo di Mandiri berkurang
Saya nasabah Bank Mandiri cabang Pasar Rebo, Jakarta Timur (Nomor rekening: 129 000 130 7120). Saya datang tanggal 20 February 2008 untuk mengecek saldo tabungan yang pada tanggal 16 November 2006 tercatat Rp. 3.272.402,79, tetapi pada tanggal 20 February 2008 ternyata saldo tercatat Rp. 1.236.832,33. Padahal, dari tanggal 16 November 2006 sampai dengan kedatangan terakhir itu tidak pernah saya cetak buku tabungan karena kesibukan.
Baru pada tanggal 20 Februari 2008 saya datang ke Bank Mandiri cabang Pasar Rebo, Jakarta. Sata sudah menanyakan kepada dua petugas di layanan pelanggan (Saudari Manci dan Saudari Diah) tentang saldo tabungan yang semakin berkurang dengan jumlah yang tidak sedikit, yaitu Rp. 2.075.176,04. Dijawab, karena perhitungan kumulatif tidak pernah cetak saldo. Apakah sampai sebesar itu nilai kerugian yang harus ditanggung ?
Kemudian dijanjikan kembali lagi selama satu minggu untuk mengetahui lebih lanjut. Seminggu kemudian saya datang lagi ke bank tersebut, tapi ternyata sampai saat ini tidak ada juga laporan saldo yang dijanjikan.
Dengan kejadian ini mohon perhatian dan penjelasan dari yang berwenang di Bank Mandiri cabang Pasar Rebo agar tidak merugikan nasabah.
Sulistiyowati
Jalan Centex gang Garuda
RT 005 RW 010, Ciracas, JakartaDi post di Redaksi Yth Kompas
Comments (2)
Leave a Comment
Leave a Comment
